SBObet Casino Software Sakho Berharap Bisa Sukses Di Liverpool

SBObet Casino Software Sakho Berharap Bisa Sukses Di Liverpool

SBObet Casino Software Sakho Berharap Bisa Sukses Di Liverpool – Salah satu palang pintu andalan Liverpool di musim kompetisi 2013/14 yang didatangkan pada bursa transfer lalu Mamadou Sakho berharap bisa menuai kesuksesan di Liga Premier. Pemain berkebangsaan Prancis ingin memperbaiki karirnya yang mulai berantakan sejak Januari 2012.

Berawal dari posisi kapten tim yang disandang olehnya ketika berada di Paris Saint-Germain, bek internasional Prancis itu berbuat kesalahan ketika melanggar dengan keras pemain lawan di kotak terlarang sehingga membuat mereka tersingkir dari percaturan Piala Prancis saat itu.

Yang tidak kalah lebih buruknya, PSG kesulitan menghadapi tim amatir Saint-Colomban Locmine, dari divisi kelima Liga Prancis, mampu mengimbangi keadaan dari titik penalti.

Ironis bagi Sakho, mengingat penampilannya merupakan yang perdana bagi Paris Saint-Germain di era kepemimpinan Carlo Ancelotti, setelah meneruskan tongkat kinerja Antoine Kombouare hanya berselang 10 hari SBObet Casino Software.

Melihat kondisi permainan Sakho yang buruk, pelatih berkebangsaan Italia yang kini hengkang ke Real Madrid memilih untuk menariknya dan memasukkan bek veteran Uruguay Diego Lugano yang mampu membawa kemenangan timnya di menit-menit akhir, mengawali karir buruknya di klub ibukota.

Awalnya setelah kejadian tersebut Ancelotti tetap mempertahankan Sakho, tetapi pada April ia kehilangan posisinya, di mana ia mengatakan kepada media lokal di Prancis bahwa ia menemukan situasi “menjengkelkan dan membuat frustrasi”.

Segala performa buruk membuatnya tidak terpilih memperkuat tim Les Blues untuk EURO 2012 dan ditambah kedatangan Thiago Silva dari AC Milan satu pekan berselang menambah panjang derita Sakho.

Meski pada musim kompetisi lalu masih mampu menorehkan 24 pertandingan untuk Paris Saint-Germain, namun sejumlah pertandingan kunci membuatnya hanya menjadi penonton – termasuk dalam dua laga perempat-final Liga Champions musim lalu melawan Barcelona.

Ketika pemain bertahan asal Brasil lainnya bergabung ke Paris Saint-Germain dari klub ibukota Italia AS Roma, Marquinhos, pada Juli lalu, Sakho mulai gerah dan tidak kerasan lagi berada di Parc des Princes, meski dua tahun sebelumnya posisinya sangat aman.

Meski masih berusia 21 tahun, Mamadou Sakho dinobatkan sebagai pemain muda terbaik Ligue 1 oleh rekan-rekannya dan termasuk dalam tim untuk menghadapi musim 2010/11 SBObet Casino Software.

Rekan satu timnya di Paris Saint-Germain, Clement Chantome, memberikan penilaian kepadanya sebagai ‘bek terbaik di Prancis’. Pujian serupa juga dilontarkan lawan mainnya: “Ketika bola yang datang kepadanya ditanduk, seperti terdengar suara dan anda berpikir bunyi itu seperti meledak.”

Sebelum proses pengambilalihan PSG oleh sebuah grup Qatar Sports Investments pada musim 2011, karir Sakho langsung berada di ujung tanduk dan berupaya melupakan klub yang telah dibela olehnya sejak 12 tahun.

Anak kelima dari tujuh bersaudara yang dibesarkan oleh orang tua berkebangsaan Senegal di distrik kelas pekerja utara Paris, Mamadou Sakho kehilangan ayah kandungnya setahun setelah bergabung dengan PSG dan mengatakan bahwa, sebagai akibatnya, karir di sepakbola menjadi sebuah ‘kewajiban’ untuknya.

Sebuah fisik dewasa sebelum waktunya, menunjang performa Sakho secara alamiah dan ia mengawali debut perdana di PSG pada usia 17 tahun dan langsung mendapatkan penghargaan ban kapten oleh pelatih Paul Le Guen, yang merupakan rekor di kompetisi Ligue 1.

Namun kenangan indah itu semua sirna di klub ibukota dan Mamadou Sakho berharap dapat menimba pengalaman baru di Anfield dan akan segera mengawali debut perdananya di pekan ini melawan Swansea City SBObet Casino Software.