Stephan El Shaarawy Terancam Absen 10 Pekan

Stephan El Shaarawy Terancam Absen 10 Pekan

Stephan El Shaarawy Terancam Absen 10 Pekan – Nasib kurang beruntung dialami Stephan El Shaarawy. Penyerang AC Milan itu harus kembali masuk ke ruang perawatan dan harus menjalani operasi guna mengatasi cedera metatarsal yang dialaminya, sehingga dengan demikian ia harus melupakan duel melawan Atletico Madrid di babak 16 besar Liga Champions.

AC Milan seperti dihajar bertubi-tubi mendengar kabar tersebut, mengingat setidaknya El Shaarawy tidak boleh melakukan aktifitas di lapangan hijau untuk kurun waktu 10 pekan, selepas menjalani operasi kaki.

Penyerang berkebangsaan Italia itu baru saja kembali beraksi pada awal bulan ini, setelah cedera otot pada kaki kananna di bulan September lalu.

Namun demikian, El Shaarawy ternyata masih merasakan ketidaknyamanan pada kakinya, tepat di bagian tulang metatarsal keempat, sehingga mau tidak mau harus kembali menjalani operasi dan tidak akan kembali dalam waktu dekat.

“AC Milan mengumumkan bahwa Stephan El Shaarawy pada akhir pekan pekan kemarin harus menjalani operasi pada kaki kanannya di Portugal,” bunyi penyataan Milan.

“Prosedur yang harus dijalani olehnya adalah memperbaiki tulang kaki keempat, dan sekaligus mencegah beban berat yang berada di sekitar area tersebut untuk mencegah kerusakan, dan pada waktu yang sama, untuk memperkokoh di seluruh area kaki dan menyembuhkan permasalahannya.

“Profesor Niek van Dijk, yang mengaku cukup yakin kalau operasi itu akan berjalan dengan sukses, juga mengantisipasi hasil tes berikutnya, sehingga hal ini merupakan sebuah langkah yang lebih baik dalam proses penyembuhan dan disarankan waktu yang tepat bagi seorang atlet pesepakbola untuk beristirahat setelah menjalani operasi ini berkisar 10 pekan.”

El Shaarawy, yang juga memiliki gangguan otot pada awal musim kompetisi ini, total baru empat kali bertanding di kancah Serie A dan sepenuhnya tidak tampil dalam kejuaraan di Eropa.

Sementara sedang kehilangan satu ujung tombaknya, Milan menepis semua anggapan yang mengatakan kalau mereka bakal segera mendepak penyerang internasional Italia Mario Balotelli dalam waktu dekat, karena lebih banyak menghabiskan waktu dengan kebiasaan buruk dengan memprotes wasit.

Karena itu AC Milan menolak sejumlah rumor yang mengklaim hal itu naik ke permukaan oleh pemilik klub Silvio Berlusconi yang konon ingin segera melepas Balotelli pada bursa transfer awal tahun ini.

Menurut penuturan media Italia, mantan Perdana Menteri Italia itu mengaku sudah gerah melihat tingkah laku penyerang berusia 23 tahun, namun kubu Rossoneri dengan bergegas mengungkapkan tidak terjadi perselisihan diantara Baloteli dengan Berlusconi.

“AC Milan menolak sejumlah pemberitaan dan segala sesuatu pernyataan yang mengganggu kami dengan mengatas-namakan Silvio Berlusconi, untuk mencari pengganti Mario Balotelli di bursa transfer awal tahun nanti,” bunyi pernyataan klub melalui situs resmi.

Balotelli, yang lebih sering dianggap sebagai salah satu biang kisruh oleh Berlusconi, didatangkan ke Milanello dari klub Manchester City pada bursa transfer Januari dan memainkan perannya dengan baik ketika meloloskan diri ke babak 16 besar Liga Champions, dan menjadi wakil Serie A satu-satunya di ajang nomor satu di benua Eropa itu.

Pada musim pertamanya, ia mampu menjaringkan 12 gol dari 13 kali penampilannya di kompetisi Serie A.

Di musim 2013-14, Balotelli sejauh ini baru menjaringkan enam gol, namun ia justru lebih banyak mengundang kontroversi ketimbang prestasi dan di luar lapangan, namanya sempat kembali dikaitkan dengan Jose Mourinho di Chelsea.